Sejarah Al-Quran


Qur'an berasal dari kata qaraa, yang artinya bacaan, kemudian kata qur'an dipakai untuk al qur'an yang dikenal sekarang ini.

Adapun definisi al qur'an adalah : kalam allah swt yang merupakan mu'jizat yang diwahyukan kepada mohammad saw.

Al qur'an yang diakui sebagai kitab suci ummat islam, terdiri atas 114 surat dan dibagi menjadi 30 bagian atau disebut juz. jumlah seluruh ayatnya ada 6.666 buah.

Penyampaian dan penulisan al qur'an yang dipercaya oleh muslim berlangsung dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Ayat2 al qur'an ini dicatat langsung dari bibir mohammad saw dari waktu ke waktu yang oleh para pengikut2 nya mula2 dilafalkan, kemudian ditulis di batu, kulit binatang, pelepah tamar dan apa saja yang bisa disusun dalam satu surat.

Setelah mohammad saw wafat, tugas beliau dilanjutkan oleh khalifah abu bakar. pada awal masa pemerintahannya banyak diantara orang2 islam yang murtad, bahkan ada beberapa diantara mereka yang mengaku sebagai nabi. hal ini dihadapi oleh abu bakar dengan tegas, sehingga terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang2 murtad tersebut, diantaranya adalah perang yamamah. dalam perang ini terdapat banyak penghafal ayat2 al qur'an yang terbuniuh. hal ini membuat kawatir umar bin khathtab (mertua mohammad), sehingga dia membicarakan hal ini dengan abu bakar dan zaid bin tsabit, yang kemudian sepakat menugaskan zaid bin tsabit untuk mengumpulkan ayat2 al gur'an dari para sahabat2 nya yang masih hafal ayat2 al qur'an maupun masih menyimpan ayat2 al qur'an yang ditulis di daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta atau kambing.

demikianlah seluruh ayat2 al qur'an tersebut ditulis kembali oleh zaid bin tsabit dalam lembaran2 dan disusun urutan ayat2nya sebagai mana yang ditetapkan oleh mohammad semasa hidupnya.

mula2 lembaran2 yang berisi ayat2 al qur'an atau yg disebut mushhaf ini disusun abu bakar. setelah beliau wafat, mushhaf tersebut oleh umar bin khathtab disimpan di rumahnya. setelah beliau wafat, akhirnya mushhaf tersebut disimpan putrinya, hafsah, salah seorang janda mohammad saw.

akibat dari diberikan kelonggaran2 oleh mohammad saw semasa hidupnya, dengan memudahkan para pengikutnya untuk memudahkan mereka membaca dan melafazkan ayat2 al qur'an untuk dialek mereka masing2, maka menimbulkan perselisihan diantara mereka, karena masing2 merasa paling benar dalam membaca dan melafazkan ayat2 al qur'an di dalam dialeknya sendiri. oleh sebab itulah maka dibentuklah satu panitia oleh utsman, terdiri dari zaid bin tsabit (ketua), abdullah bin zubair, sa'id bin ash dan abdur rahman bin harits bin hissyam.

tugas panitia yang diketuai zaid bin tsabit ini adalah untuk membukukan al qur'an, yakni dengan menyalin dari lembaran2 yang berisi ayat2 al qur'an itu menjadi sebuah buku, dan menyeragamkan penulisan serta pembacaannya sesuai dialek suku quraisy, sebab konon al qur'an diturunkan menurut dialek suku tersebut.

0 Comment: